- Admin Dinkes
- Senin, 27 April 2026
- 11
UPTD Instalasi Farmasi Dinkes Kepri Raih Penghargaan OPD Pengusul KI Inovasi Terbanyak
Tanjungpinang – UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau berhasil meraih penghargaan sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pengusul Kekayaan Intelektual (KI) Inovasi Terbanyak. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, bertepatan dengan peringatan World Intellectual Property Day 2026.
World Intellectual Property Day diperingati setiap tanggal 26 April oleh negara-negara di seluruh dunia. Hari ini ditetapkan oleh World Intellectual Property Organization (WIPO) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan Kekayaan Intelektual (KI) dalam mendorong inovasi dan kreativitas. Peringatan ini menjadi momentum bagi pemerintah, akademisi, dan pelaku industri untuk menegaskan peran KI sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya.
Penganugerahan berlangsung di Universitas Maritim Raja Ali Haji, Provinsi Kepulauan Riau, pada Senin, 27 April 2026. Acara ini dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, akademisi, serta perwakilan lembaga terkait yang turut mendukung pengembangan inovasi di bidang kesehatan.
Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kepri dalam mendorong lahirnya berbagai inovasi di bidang farmasi dan pelayanan kesehatan. Dengan semakin banyaknya karya yang didaftarkan sebagai Kekayaan Intelektual, diharapkan inovasi tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan hukum atas hasil karya anak bangsa.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menaruh harapan besar agar capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan instansi, tetapi juga menjadi pemicu lahirnya lebih banyak inovasi di sektor kesehatan. Dengan semakin banyaknya karya yang diakui secara hukum, Kepri diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan inovasi farmasi dan pelayanan kesehatan di tingkat regional. Selain itu, penghargaan ini diharapkan dapat mendorong kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menciptakan solusi kesehatan yang berkelanjutan dan berdaya saing.


