
- Admin Dinkes
- Senin, 25 Agustus 2025
- 38
Perkuat Sistem Surveilans, Dinkes Kepri Latih Petugas SKDR di Dua Puskesmas Bintan
Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau melalui Seksi Surveilans dan Imunisasi terus berupaya meningkatkan kapasitas petugas di lapangan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyelenggarakan On the Job Training (OJT) Manajemen Data dan Analisis Data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) bagi petugas surveilans puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Bintan.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari pada tanggal 21–22 Agustus 2025 ini terbagi di dua lokasi. Pertama, di Puskesmas Tanjung Uban dengan peserta dari 6 unit pelapor. Kedua, di Puskesmas Sei Lekop yang diikuti oleh 11 unit pelapor. Kehadiran para pengelola program SKDR dari puskesmas dan rumah sakit di Bintan ini menjadi bukti komitmen bersama untuk memperkuat sistem kewaspadaan dini terhadap penyakit menular.
Selama dua hari, para peserta tak hanya mendengar materi, tetapi juga langsung praktik dengan data riil. Fasilitator mendampingi peserta dalam mengolah data SKDR mulai dari proses input, verifikasi, hingga data cleaning, serta melatih analisis tren mingguan untuk mengidentifikasi potensi peningkatan kasus yang tidak biasa.
Materi utama yang diberikan antara lain:
Manajemen Data SKDR – melatih peserta dalam input, verifikasi, dan pembersihan data agar laporan lebih akurat dan lengkap.
Analisis Data SKDR – membekali peserta dengan keterampilan membaca grafik, mengamati tren epidemiologi mingguan, hingga mengenali sinyal awal potensi Kejadian Luar Biasa (KLB).
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Peserta saling berbagi pengalaman di lapangan, termasuk kendala teknis dalam pelaporan, sekaligus mendiskusikan solusi yang bisa diterapkan bersama. Dengan pendekatan praktik langsung, peserta merasa lebih mudah memahami materi sekaligus siap mengaplikasikannya di unit kerja masing-masing.
Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Fenty Ocktriana, S.KL menekankan pentingnya kualitas data SKDR.
“Petugas surveilans adalah garda terdepan sistem kewaspadaan dini. Data yang lengkap, valid, dan tepat waktu akan sangat menentukan cepat atau lambatnya kita merespons potensi KLB,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya OJT ini, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau berharap kemampuan petugas surveilans di Bintan semakin terasah. Keterampilan yang kuat dalam manajemen dan analisis data akan membuat sistem kewaspadaan dini di daerah lebih tangguh, sehingga deteksi dan respons penyakit menular bisa dilakukan lebih cepat, tepat, dan efektif.