A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property 'title' of non-object

Filename: models/Blog_model.php

Line Number: 41

Backtrace:

File: /home2/dinkespr/public_html/application/models/Blog_model.php
Line: 41
Function: _error_handler

File: /home2/dinkespr/public_html/application/controllers/Blog.php
Line: 16
Function: metatitle

File: /home2/dinkespr/public_html/index.php
Line: 319
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property 'full_text' of non-object

Filename: models/Blog_model.php

Line Number: 50

Backtrace:

File: /home2/dinkespr/public_html/application/models/Blog_model.php
Line: 50
Function: _error_handler

File: /home2/dinkespr/public_html/application/controllers/Blog.php
Line: 17
Function: metadesc

File: /home2/dinkespr/public_html/index.php
Line: 319
Function: require_once

Konten Berita

...

Edukasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat) di Kabupaten Karimun

20

Penggunaan obat yang tidak rasional dapat mengakibatkan terapi kurang efektif dan efisien dimana menurut WHO, lebih dari 50% obat didunia diresepkan dan digunakan secara tidak tepat. Menurut data yang diperoleh dari Riskesdas Tahun 2013 sebanyak 35,2% rumah tangga menyimpan obat untuk berbagai keperluan seperti dalam masa pengobatan, persediaan dan obat sisa. Ini membuktikan bahwa sejumlah besar masyarakat melakukan pengobatan sendiri (swamedikasi). Swamedikasi yang dilakukan secara tidak tepat dan tidak disertai informasi yang memadai, dapat menyebabkan tujuan pengobatan tidak tecapai. Namun jika swamedikasi dilakukan dengan benar, dapat mendukung upaya pembangunan kesehatan oleh pemerintah.

Masalah penggunaan obat pada masyarakat :
1. kurangnya pengetahuan dan informasi tentang resep dokter yang menyebabkan kepatuhan pasien rendah terutama terhadap lama penggunaan dan dosis sehingga efek pengobatan tidak optimal
2. mispersepsi tentang obat generik, dianggap obat generik itu obat murah dan tidak manjur
3. pembelian antibiotik secara bebas tanpa resep dokter sehingga memicu resistensi bakteri
4. penggunaan obat bebas (OTC) tanpa pengetahuan dan informasi memadai dapat menyebabkan masalah kesehatan baru misalnya kelebihan dosis, lama penggunaan tidak tepat atau kejadian efek samping

Oleh karena itu untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat dan dalam rangka pemberdayaan masyarakat dalam penggunaan obat rasional, Menteri Kesehatan RI mencanangkan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat) pada acara puncak peringatan Hari Kesehatan Tanggal 12 November 2015 dan selanjutnya dilakukan pencanangan tingkat provinsi di seluruh Indonesia.

23

Gambar. Pencanangan GeMa CerMat di Kab. Karimun


Serangkaian dengan pembekalan Apoteker Agent of Change (AoC) GeMa CerMat yang telah dilakukan sehari sebelumnya, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau mengadakan Edukasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat) di Kabupaten Karimun pada tanggal 9 Juli 2018 di Hotel Aston Karimun. Kegiatan GeMa CerMat ini merupakan yang ke 4 kalinya dilaksanakan di Provinsi Kepulauan Riau setelah sebelumnya Kabupaten Bintan (2016), Kota Batam dan Kota Tanjungpinang (2017).


Pertemuan ini sekaligus mensosialisasikan dan mencanangkan GeMa CerMat di Kabupaten Karimun. Drs. Usman Ahmad, Staf Ahli Kemasyarakatan dan SDM Kabupaten Karimun memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan GeMa CerMat. Selanjutnya beliau meresmikan ditunjuknya sebanyak 15 orang Apoteker Agent of Change (AoC) di Kabupaten Karimun dengan mengalungkan tanda pengenal AoC. Beliau didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Dr. H. Tjetjep Yudiana, M. Kes dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Drs. Rachmadi, Apt, M.AP

 

378

Gambar dari kiri ke kanan :  Pengalungan Tanda Pengenal AoC, Peserta Edukasi GeMa CerMat Kab. Karimun


Sebagai narasumber yang mewakili Direktur Pelayanan Kefarmasian Kemenkes RI yaitu Kasubdit Penggunaan Obat Rasional, Drs. Heru Sunaryo, Apt yang memberikan materi Kebijakan GeMa CerMat. Selain itu Wakil Sekjen pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI), Lilik Yusuf Indrajaya, S. Si, Apt, MBA, juga hadir sebagai narasumber.


Pertemuan ini dikuti sebanyak 155 orang peserta yang berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Kepala Puskesmas dan Tenaga Farmasi Puskesmas, perwakilan organisasei profesi seperti IAI, IBI, IDI, PAFI, PPNI, pengurus PKK, PMI, guru pembina UKS, Bapelitbang, Dinas Pendidikan, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kesbangpol, Dispora, kader posyandu dan jurnalis media massa lokal.


Dari pertemuan ini diharapkan GeMa CerMat dapat terus bergulir dan dilaksanakan edukasi dan pemberdayaan masyarakat tentang penggunaan obat secara benar. Terutama Apoteker AoC GeMa CerMat Kabupaten Karimun dapat secara aktif terjun langsung melakukan edukasi sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif. (wr/frm)

...

Pentingnya Mencuci Tangan Menggunakan Sabun

cuci tangan

Gambar : Cuci tangan pakai sabun

Tangan bisa bertindak sebagai vector dalam menularkan virus dan kuman patogen ke makanan dan minuman sebelum mencapai sistem pencernaan individu yang rentan.Mencuci tangan dengan menggunakan sabun secara efektif dapat mencegah penyebaran kuman dan virus yang menyebabkan infeksi saluran pencernaan kita, seperti Salmonella spp, shigella spp, E-coli, Vibrio cholerae, Hepatitis, rotavirus dll.

 

Kapan kita perlu mencuci tangan?

  1. Sebelum kontak dengan bahan makanan dan peralatannya
  2. Sebelum mempersiapkan makanan dan sebelum makan minum
  3. Setelah kontak dengan peralatan makan yang kotor
  4. Setelah batuk, bersin, menggunakan tissue dan merokok
  5. Setelah makan/minum
  6. Setelah kontak dengan kulit anda
  7. Sebelum keluar dari toilet, cuci tangan di tempat yang telah disediakan di dalam toilet

Sebelum mencuci tangan dengan sabun, semua perhiasan yang menempel di tangan harus dilepas. Tidak diperkenankan mencuci tangan menggunakan peralatan memasak, temat mempersiapkan makanan atau bak cuci piring. Cuci tangan pada tempat yang didesain sebagai tempat cuci tangan.

Bagaimana tahapan mencuci tangan yang benar?

  1. Gulung lengan baju dan basahi tangan dengan air hangat
  2. Gunakan sabun, bukan larutan pendesinfeksi tangan dan perbanyak sabun sampai menutupi tangan sampai bawah lengan.
  3. Gosok tangan secara Bersama-sama sedikitnya 20 detik dan pastikan telapak tangan, punggung tangan, diantara jari-jari serta lengan bawah tercuci
  4. Gunakan sikat kuku jari untuk membersihkan dalam kuku dan diantara jari-jari tangan
  5. Bilas dengan air hangat
  6. Keringkan tangan dengan handuk/kertas tissue sekali pakai. Tutuplah keran dengan handuk/kertas tissue untuk mencegah re-kontaminasi tangan.

 

*Yoyok Dwi Santoso, SKM, M.Kes

...

Gema Cermat Sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran, Kepedulian, Dan Pemahaman Masyarakat Dalam Menggunakan Obat

gema cermat 2019

Sosialisasi Gema Cermat dan Optimalisasi AoC dalam mendukung Germas di Kab. Lingga

“GeMa CerMat” atau Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat dicanangkan oleh Menteri Kesehatan RI, yaitu Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K) pada tahun 2015 di Jakarta, GeMa CerMat ini memiliki beberapa tujuan bagi masyarakat dan lingkungan.

 

Tujuan umum Gema Cermat adalah untuk meningkatkan kesadaran, kepedulian, dan pemahaman masyarakat bahwa menggunakan obat secara benar adalah hal yang sangat penting. Kebanyakan orang di dunia ini pernah sakit dan menggunakan obat. Namun, minimnya pengetahuan terkait penggunaan obat dapat menyebabkan penyakit lain. Dalam rangka mengatasi masalah ini, Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Kesehatan Provinsi Kepri telah melaksanakan sosialisasi pelaksanaan Gema Cermat dan optimalisasi AoC (Agent of Change), di Gedung PSMTI Dabo Singkep Kabupaten Lingga, Rabu (17/7)

Gema cermat 22

Agent of Change Gema Cermat Kabupaten Lingga

Kepala Dinas Kesehatan, Provinsi Kepri dalam hal ini yang diwakili oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kepri menyampaikan, Pemahaman tentang pemakaian obat yang benar kepada masyarakat sangat dibutuhkan kerja sama semua pihak, Penggunaan obat yang tidak rasional dapat mengakibatkan terapi kurang efektif dan efisien

Program Gema Cermat melibatkan aparat pemerintah terkait, tenaga medis yaitu apoteker, dan masyarakat. Program Gema Cermat semakin digalakkan melalui berbagai penyuluhan baik di desa maupun di kota. Dari pertemuan ini diharapkan para AoC (Agent of Change) Kabupaten Lingga dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam melakukan edukasi dan pemberdayaan tentang penggunaan obat yang benar secara masif dan kontinyu. Selain itu apoteker melalui Pendekatan Keluarga diharapkan aktif mendatangi masyarakat. Hal itu dimaksudkan agar apoteker semakin diarahkan untuk melakukan upaya pencegahan, yakni gerakan pencegahan munculnya berbagai penyakit. Dengan demikian dapat membantu dalam upaya mencerdaskan masyarakat dalam penggunaan obat sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif kesehatan.

 

AD

...

Gunakan masker dengan benar, Jangan Turunkan ke Dagu

person with medical mask concept illustration

Gambar : Penggunaan masker yang benar (Freepik)

Penggunaan masker sudah menjadi kebiasaan harian yang harus kita lakukan selama Pandemi Covid-19. Namun, sayangnya masih banyak orang yang tidak menerapkannya secara disiplin dan bersikap skeptis bahwa penggunaan masker tidak memberikan efek apapun. Faktanya Selain melindungi diri sendiri, penggunaan masker juga dapat melindungi orang-orang disekitar kita. Meskipun sangat sederhana cara menggunakannya. Masih ada yang keliru saat memakai masker, yakni dengan menurunkan masker di dagu hingga ke leher. Khususnya saat tengah makan, minum, berbincang-bincang dengan orang lain, atau saat merasa pengap. 

Hal ini membuat masker tidak berfungsi dengan baik, Kebiasaan masker yang diturunkan di dagu adalah hal yang kurang tepat pasalnya bisa menimbulkan kontaminasi. paparan bakteri dan virus, termasuk virus corona. Hal ini dikarenakan bagian dalam masker akan menyentuh bagian mulut dan hidung secara langsung. Ketika menurunkan masker ke dagu atau bahkan sampai leher saat tengah makan atau minum, maka area dalam masker yang tadinya menyentuh mulut dan hidung akan menyentuh leher.

Kontaminasi akan terjadi Ketika masker menempel di dagu, leher, atau area tubuh lainnya, seperti rambut, dahi, dan tangan yang mungkin saja masker sudah terkontaminasi oleh bakteri atau virus yang menempel di area tersebut.  Nah, coba bayangkan apabila masker kembali menempel di mulut dan hidung. Mengingat di area mulut dan hidung juga terdapat membran mukus yang membuat tubuh menjadi rentan mengalami risiko infeksi dan jalur masuknya virus atau bakteri.

Jika memang harus terpaksa melepas masker seperti saat makan atau berbicara disebuah forum, hendaklah masker benar-benar dilepas dan bukan menurunkannya ke dagu. Masker yang dilepas harus tetap dijaga bagian dalamnya supaya tidak tercemar penyakit. Terlebih tujuan penggunaan masker adalah untuk mencegah penularan berbagai jenis penyakit yang berasal dari tetesan atau percikan cairan (droplet) yang keluarkan sekaligus melindungi orang lain. penggunaan masker itu akan menjadi efektif untuk mencegah penularan jika digunakan dengan benar.

 

-AD

...

Cara Menggunakan ALKES dan PKRT Dengan Benar

Cara menggunakan alkes 2

Gambar : Cara Menggunakan ALKES/PKRT dengan Benar  (Farmalkes)

Setiap orang dianjurkan untuk selalu mempersiapkan produk alat kesehatan maupun Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT)  di rumah. Hal ini dilakukan agar penanganan awal dapat dilakukan saat terjadi luka ringan atau mengalami suatu gejala, seperti demam atau sakit kepala, terlebih jika Anda memang menderita kondisi tertentu. Tak hanya itu, alat kesehatan juga dapat mencegah terjadinya kondisi yang dapat berakibat fatal.

 

Saat ini Produk Alkes maupun PKRT jenisnya sangat beragam. Sebagai contoh produk PKRT yang sering digunakan seperti pembersih lantai, sabun cuci piring, pelembut pakaian, hand sanitizer atau cuci tangan tanpa bilas, popok bayi, obat nyamuk, dan masih banyak lagi yang lain. Agar aman digunakan, pastikan hanya produk Alkes dan PKRT yang mempunyai izin edar dari Kementerian Kesehatan yang kita gunakan karena telah melewati uji mutu, keamanan dan manfaat.

Yuk simak tips berikut agar produk yang kita beli dan gunakan dapat bermanfaat sesuai kebutuhan dan manfaatnya :

Dalam menjamin keamanan, mutu dan manfaat (safety, quality and efficacy) alat kesehatan/PKRT impor maupun dalam negeri yang beredar di Indonesia maka harus dilakukan pengendalian alat kesehatan. Sesuai dengan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 106 ayat (1) bahwa Sediaan farmasi dan alat kesehatan hanya dapat diedarkan setelah mendapatkan izin edar. Alat kesehatan/PKRT produksi dalam negeri atau luar negeri(impor) harus memiliki izin edar dari Kementerian Kesehatan sebelum beredar di masyarakat. Jika alat kesehatan/PKRT tidak memiliki izin edar, maka keamanan dan mutunya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam membeli alat kesehatan/PKRT, jangan mudah percaya dengan produk yang diiklankan dengan klaim yang berlenihan, lihatlah nomor izin edar pada kemasan. Selain itu, perhatikan dan ikuti petunjuk penggunaan serta petunjuk keamanan pada kemasan. Sangat penting untuk selalu memeriksa tempat penyimpanan obat di rumah guna memastikan obat yang disimpan masih dalam kondisi baik dan tidak kadaluarsa. Obat yang kadaluarsa tentu akan sangat berbahaya jika dikonsumsi karena sangat berisiko menyebabkan keracunan obat.

Untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan informasi mengenai izin edar alat kesehatan/PKRT apakah sudah memiliki izin edar atau tidak, Kementerian Kesehatan terutama Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan telah melakukan pengembangan sistem informasi melalui sistem berbasis website : http://infoalkes.kemkes.go.id. Website ini bertujuan untuk mengetahui perijinan yang sudah terbit melalui Sistem Registrasi Online yang disebut sebagai Sistem e-Infoalkes. Situs ini dapat di akses oleh Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Penyalur, produsen dan masyarakat umum melalui smartphone atau android lainnya. Memuat informasi mengenai izin edar, produsen, penyalur alat kesehatan dan importir perbekalan kesehatan rumah tangga. Pastikan alat kesehatan/PKRT yang dipakai sudah terdaftar di Kementerian Kesehatan RI. (AD)

...

Gunakan Obat Secara Tepat Dan Kenali Simbol Pada Kemasan Obat

Obat yang beredar di pasaran saat ini bisa dengan mudah didapat masyarakat dan beberapa diperjual belikan secara bebas tanpa resep dokter. Untuk penyakit ringan, seperti sakit kepala dan batuk pilek, tidak jarang masyarakat melakukan pengobatan sendiri dengan membeli obat bebas yang beredar di pasar. Upaya masyarakat untuk mengobati dirinya sendiri dikenal dengan istilah swamedikasi.

Swamedikasi tidak boleh dilakukan dengan menggunakan obat keras, karena obat tersebut hanya dapat diperoleh dengan resep dokter. Antibiotik termasuk obat keras yang pembelian dan pemakaiannya harus menggunakan resep dokter. Jadi dalam praktik swamedikasi tidak boleh menggunakan antibiotik.

Bahaya yang timbul akibat penggunaan antibiotik dan telah menjadi masalah global sekarang ini adalah resistensi bakteri terhadap antibiotik. Pemberian antibiotik tidak sesuai indikasi atau kebutuhan klinis (irrasional) bukannya menyembuhkan, namun sebaliknya dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Antibiotik akan menyebabkan bakteri menjadi kebal (resisten) yang dapat menyebar dengan cepat pada orang lain. Bakteri resisten ini dapat menyebabkan kematian, apabila sudah tidak dapat diobati dengan semua jenis antibiotik yang ada. Selain itu juga terjadi pemborosan biaya.

Swamedikasi boleh dilakukan dengan menggunakan obat yang diperoleh/dibeli tanpa resep dokter baik di apotek maupun toko obat berizin, yaitu obat bebas dan obat bebas terbatas. Sebelum menggunakan obat bebas, kita harus membaca dengan cermat informasi pada kemasan obat. Misalnya kandungan obat (komposisi), khasiat (indikasi), dosis, aturan pakai, efek samping, kontraindikasi, cara penyimpanan, kedaluwarsa, nomor registrasi obat.

Kementerian Kesehatan telah mempromosikan tagline “Tanya Lima O”. Melalui tagline ini diharapkan masyarakat dapat lebih aktif lagi mencari informasi tentang obat, baik kepada tenaga kesehatan khususnya tenaga farmasi, maupun dari sumber informasi lainnya yang valid dan terpercaya, seperti kemasan obat atau referensi resmi.
“Tanya Lima O” merupakan 5 pertanyaan minimal yang harus terjawab sebelum menggunakan obat, yaitu:

  • Obat ini apa nama dan kandungannya?
  • Obat ini apa khasiatnya?
  • Obat ini berapa dosisnya?
  • Obat ini bagaimana cara menggunakannya?
  • Obat ini apa efek sampingnya?

Selalu memperhatikan di kemasan obat yang kamu konsumsi terdapat simbol-simbol golongan obat tertentu, antara lain :

1.Simbol  Pohon

pohon

Obat yang memiliki simbol berwarna hijau dengan gambar pohon itu tergolong pada obat yang berbahan dasar herbal atau tanaman tradisional yang biasa disebut dengan jamu.

2.Simbol tiga bintang

tiga bintang

Obat dengan simbol tiga bintang berwarna hijau ini disebut dengan Obat Herbal Terstandar atau OHT. Namun, OHT berbeda dengan jamu. Perbedaannya terdapat pada proses pengolahannya. Obat dengan bahan dasar alami ini diolah dengan teknologi tinggi dan higienis yang sudah diuji toksisitas dan kronisnya.

3. Serpihan salju berwarna hijau

 Salju warna hijau

Simbol yang mirip seperti serpihan salju berwarna hijau ini disebut dengan fitofarmaka. Mirip dengan OHT, fitofarmaka juga berbahan dasar alami yang diolah dengan teknologi tinggi. Namun, fitofarmaka ini sudah disetarakan dengan obat-obatan modern. Proses pengolahannya lebih sulit dibandingkan OHT.

Fitofarmaka diolah dengan proses yang terstandar dengan bukti ilmiah yang telah di uji klinik pada manusia dengan kriteria ilmiah, protokol uji yang telah disetujui, pelaksanaan yang kompeten dengan prinsip etika, dan tempat pelaksanaan proses pengolahan fitofarmaka telah memenuhi syarat

4. Simbol hijau dengan lingkaran hitam

hijau hitam 

obat dengan simbol hijau dengan lingkaran hitam ini tentunya sudah biasa kamu jumpai setiap harinya. Obat ini tergolong obat-obatan yang beredar bebas. Artinya, obat ini dapat kamu jual atau beli tanpa batasan.

5. Simbol biru dengan lingkaran hitam

biru hitam

Obat dengan simbol biru yang dilingkari warna hitam ini adalah obat bebas terbatas. Untuk membelinya kamu tak memerlukan resep dokter. Namun, obat ini juga tergolong obat keras karena kandungannya. Untuk menggunakannya kamu perlu berhati-hati dan memperhatikan petunjuk penggunaan pada kemasannya.

6. Simbol huruf ‘K’ dalam lingkaran merah

merah hitam

Obat dengan simbol 'K' dalam lingkaran merah di kemasannya tergolong obat keras dan psikotropika. Untuk memperolehnya, kamu memerlukan resep dokter. Biasanya, obat ini tak bisa dibeli dengan bebas

Kamu perlu berhati-hati dalam mengonsumsinya karena dapat memperparah penyakit, meracuni tubuh, bahkan menyebabkan kematian. Nah, simbol ini juga digunakan untuk golongan obat-obatan psikotropika. Namun, obat-obatan psikotropika bukanlah golongan narkotika karena berbeda secara alamiah dan sintesisnya.

Psikotropika dapat memberikan pengaruh terhadap susunan sistem saraf pusat (SPP) sehingga dapat menimbulkan perubahan yang khas terhadap mental dan perilaku bagi orang yang mengonsumsinya. Selain itu, psikotropika dapat menyebabkan halusinasi, gangguan pada cara berpikir, mengurangi rasa nyeri dan sakit, serta dapat menimbulkan ketergantungan bagi pemakainya.

7. Simbol 'Palang Medali Merah'

silang merah

Obat-obatan yang tergolong paling berbahaya adalah golongan narkotika dengan simbolnya seperti tanda plus berwarna merah atau dikenal dengan lambang 'Palang Medali Merah'. Narkotika adalah obat-obatan yang berasal dari tanaman ataupun tidak, baik berupa sintesis maupun semi sintetis.

Narkotika dapat menyebabkan pengaruh bagi orang yang mengonsumsinya, seperti mengurangi rasa sakit dan nyeri, menurunkan atau merubah tingkat kesadaran, mati rasa, serta menimbulkan efek ketergantungan.

(MS)

...

Cegah Resistensi, Gunakan Antibiotik Secara Bijak

2911211638174992699044063

Resistensi antibiotik atau kebal terhadap efek antibiotik terjadi saat bakteri tidak lagi merespon efektif terhadap antibiotik yang seharusnya menghentikan pertumbuhan atau membunuh bakteri. Masalah ini semakin memburuk karena banyak orang yang mendapatkan antibiotik tanpa resep dokter dan kurang pemahaman tentang cara penggunaannya.

Masyarakat perlu memahami bahwa antibiotik hanya efektif melawan bakteri, bukan virus atau jamur. Jadi,hanya gunakan antibiotik saat diperlukan dan dengan resep dokter tentunya. Jangan menyimpan antibiotik yang tidak terpakai di rumah atau memberikannya kepada orang lain.

Faktor-Faktor yang Meningkatkan Risiko Resistensi Antibiotik

Resistensi antibiotik menjadi permasalahan serius dalam dunia kesehatan, dan pemahaman terhadap faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko resistensi menjadi kunci dalam upaya pencegahan. 

Salah satu penyebab utama resistensi antibiotik adalah penggunaan antibiotik yang tidak tepat, termasuk minum antibiotik untuk penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti batuk pilek, dan penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dengan diagnosis penyakit. 

Selain itu, penggunaan antibiotik yang tidak teratur, seperti memberi jeda waktu 1-2 hari, juga dapat menjadi faktor risiko resistensi antibiotik. 

Ketidakpatuhan dalam menghabiskan seluruh resep antibiotik sesuai dengan waktu yang disarankan oleh dokter juga memberikan peluang bagi bakteri untuk mengembangkan resistensi. 

Melalui pemahaman mendalam terhadap penyebab ini, kita dapat mengambil langkah-langkah preventif yang lebih efektif dalam mengatasi resistensi antibiotik.

Cara Penggunaan Antibiotik yang Tepat:

  • Konsultasi dengan Dokter: Hindari membeli antibiotik tanpa resep dokter.

  • Diagnosa yang Akurat: Pastikan antibiotik digunakan untuk infeksi bakteri, bukan virus atau jamur.

  • Habiskan Sesuai Aturan: Jangan berhenti minum antibiotik sebelum habis, meskipun gejala telah mereda.

  • Jangan Menyimpan Sisa Obat: Hindari menyimpan antibiotik yang tidak terpakai di rumah.

  • Jangan Memberikan kepada Orang Lain: Antibiotik yang diresepkan untuk seseorang tidak boleh diberikan kepada orang lain.

Mengapa Antibiotik Harus Dihabiskan Sesuai Resep?

Pentingnya menyelesaikan seluruh resep antibiotik menjadi faktor kunci dalam eradicating bakteri penyebab infeksi secara tuntas. Dengan menyelesaikan resep antibiotik secara penuh, kita dapat meminimalkan peluang bakteri untuk mengalami mutasi atau mengembangkan resistensi, sehingga pengobatan pada kunjungan berikutnya tetap efektif. 

Selain itu, resistensi antibiotik merupakan ancaman serius bagi kesehatan global, di mana penghentian prematur pengobatan dapat meningkatkan risiko bakteri yang selamat mengembangkan mekanisme pertahanan, merugikan efektivitas antibiotik pada masa mendatang.

Mencegah resistensi antibiotik juga melibatkan upaya untuk mencegah bakteri menjadi lebih kuat. Bakteri yang selamat dari pengobatan antibiotik cenderung mengalami perkembangan yang membuatnya lebih tangguh. 

Oleh karena itu, pemahaman masyarakat tentang antibiotik dan penggunaannya yang bijak menjadi kunci dalam mengatasi resistensi antibiotik. Disiplin dalam mengikuti aturan penggunaan obat sesuai anjuran dokter menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan dan mencegah dampak buruk dari resistensi antibiotik. (AD)

Kontak Kami