• Hari Kesehatan Nasional ke 58
  • Tracing Kontak sebagai upaya mengendalikan laju penyebaran virus COVID-19 di RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang

    Tracing Kontak sebagai upaya mengendalikan laju penyebaran virus COVID-19 di RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang

  • Orientasi Tatalaksana TBC Di FKTP Dan FKRTL Provinsi Kepulauan Riau Batam, 12 – 14 Februari 2020

    Orientasi Tatalaksana TBC Di FKTP Dan FKRTL Provinsi Kepulauan Riau Batam, 12 – 14 Februari 2020

  • Peninjauan Kesiapan Pembangunan RSKI Galang

    Peninjauan Kesiapan Pembangunan RSKI Galang, Kota Batam

  • bannerbig2

    Tim Data Provinsi Kepri dan 5 Kab/Kota Terpilih mengikuti Sosialisasi Integrasi Sistem Informasi menuju Satu Data Kesehatan (Pusdatin Kemenkes RI) - Jakarta

  • bannerbig5

    Cek Kesehatan Berkala Pegawai di Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau

Keberadaan tenaga kesehatan merupakan bagian dari misi kemanusiaan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan

Dengan 6M + 3T Bersama-sama kita cegah virus Corona

6M 3T

Gambar : Apa yang Harus dilakukan untuk cegah penularan COVID-19?

Secara umum, ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu Demam (suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius), Batuk kering, Sesak napas. Ada beberapa gejala lain yang juga bisa muncul pada infeksi virus Corona meskipun lebih jarang, yaitu Diare, Sakit kepala, Konjungtivitis, Hilangnya kemampuan mengecap rasa atau mencium bau, dan Ruam di kulit. Gejala-gejala COVID-19 ini umumnya muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah penderita terpapar virus Corona. Sebagian pasien yang terinfeksi virus Corona bisa mengalami penurunan oksigen tanpa adanya gejala apapun. Kondisi ini disebut happy hypoxia. Guna memastikan apakah gejala-gejala tersebut merupakan gejala dari virus Corona, diperlukan rapid test atau PCR atau Swab Test.

 

Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi virus Corona, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien dan apakah pasien baru saja bepergian atau tinggal di daerah yang memiliki kasus infeksi virus Corona sebelum gejala muncul. Dokter juga akan menanyakan apakah pasien ada kontak dengan orang yang menderita atau diduga menderita COVID-19.

cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan tubuh terinfeksi virus ini, yaitu:

  • Menjaga Jarak, Terapkan physical distancing, yaitu menjaga jarak minimal 1-2 meter dari orang lain, dan jangan dulu ke luar rumah kecuali ada keperluan mendesak.
  • Menggunakan Masker, Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian.
  • Mencuci Tangan, Rajin mencuci tangan di air mengalir dan menggunakan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%, Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
  • Makan makanan begizi dan cukup
  • Melakukan olah raga, Tingkatkan daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat,  berolahraga secara rutin, beristirahat yang cukup, dan mencegah stres.
  • Menfilter informasi hoax, Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hoaks atau hoax adalah berita bohong atau berita tidak bersumber. Hoax adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya. Menfilter informasi hoax dengan cara jangan terlalu muda dan cepat percaya serta terpancing dengan informasi yang beredar apalagi mengshare informasi yang belum tentu kebenarannya, pastikan informasi tersebut berasal dari sumber yang jelas dan terpercaya seperti link pemerintah dan situs resmi lainnya contohnya seperti satgas penanganan Covid-19 yang selalu meupdate informasi terbaru terkait Covid-19.

Selain itu peran dari pemerintah daerah untuk melakukan 3T Yaitu Test, Tracing, dan Treatment. Pemerintah pusat sendiri sudah meminta pemerintah daerah menerapkan jurus 3T  tujuannya adalah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dengan 3T ini akan memudahkan untuk menemukan kasus, yang juga akan memudahkan angka kesembuhan pasien. 3T dilakukan terhadap suspect dan penderita Covid-19, khususnya terhadap status orang dalam pengawasan (ODP), orang tanpa gejala (OTG), dan pasien dalam pengawasan (PDP). Atau dengan istilah baru istilah menjadi Kasus Suspek, Kontak Erat dan Kasus Konfirmasi (bergejala dan tidak bergejala) sedangkan istilah baru yang di maksudkan adalah kasus probable. Seseorang yang memiliki status tersebut, bisa dilacak berdasarkan lokasi pergerakan, bahkan dengan siapa saja ia telah melakukan kontak. Aplikasi ini juga dapat memonitor siapa saja yang telah melakukan tes cepat dan tes swab, termasuk mobilisasi mereka. Pemantauan ini dilakukan oleh Gugus Tugas Covid-19 provinsi melalui sebuah dashboard yang dipantau langsung oleh Kepala Daerah.

 

-MH

Video Promosi Kesehatan

Buku Saku Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2018

  • IMG-20171025-WA0039.jpg
  • IMG-20171026-WA0026.jpg
  • sPANDUK_mr_kEPRI.jpg
  • WhatsApp_Image_2020-11-11_at_20.03.23.jpeg

Link Situs

PEMERINTAH PROVINSI

KEPULAUAN RIAU

DINAS KESEHATAN

KOTA TANJUNGPINANG

DINAS KESEHATAN

KABUPATEN LINGGA

PORTAL BIDANG P2P

DINKES PROV. KEPRI

Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech