- Admin Dinkes
- Sabtu, 25 Juli 2026
- 9
Pelantikan Pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia Cabang Batam–Kepri Masa Bakti 2025–2028
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, dr. Yosei Susanti, M.A.P., turut hadir dalam pelantikan Pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia (PDS PatKlin) Cabang Batam–Kepri Masa Bakti 2025–2028 yang berlangsung pada Sabtu, 25 Juli 2026, di Hotel Harper Premier Nagoya Batam.
Pelantikan pengurus ini menjadi momentum penting dalam keberlanjutan peran organisasi profesi dalam mendukung pengembangan bidang patologi klinik dan kedokteran laboratorium. Bidang ini memiliki peran penting dalam mendukung proses pelayanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan laboratorium hingga penyediaan informasi yang mendukung penegakan diagnosis dan pemantauan kondisi kesehatan pasien.
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, dr. Yosei Susanti, M.A.P., menyampaikan dukungan terhadap penguatan organisasi profesi dan peningkatan sinergi dalam mendukung pelayanan kesehatan yang berkualitas di Provinsi Kepulauan Riau.
Kepengurusan baru Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia Cabang Batam–Kepri diharapkan dapat terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan. Sinergi tersebut penting untuk mendukung peningkatan mutu pelayanan serta pengembangan profesionalisme di bidang patologi klinik dan kedokteran laboratorium.
Pelantikan ini juga menjadi langkah awal bagi kepengurusan masa bakti 2025–2028 untuk menjalankan amanah organisasi serta memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung pembangunan kesehatan di Provinsi Kepulauan Riau.
Melalui kolaborasi dan sinergi yang semakin kuat, Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia Cabang Batam–Kepri diharapkan dapat terus berperan aktif dalam mendukung pelayanan kesehatan yang bermutu dan berkelanjutan di Kepulauan Riau.


