- Admin Dinkes
- Kamis, 20 Agustus 2026
- 4
Monitoring Implementasi Respons AMP-SR Dalam Percepatan Penurunan Kematian Ibu dan Bayi di Kepulauan Riau
Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau menyelenggarakan Pertemuan Monitoring Progres Implementasi Respons AMP-SR untuk Penurunan Penyebab Terbanyak Kematian Ibu dan Kematian Bayi Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026 di Hotel Nite & Day Tanjungpinang, Rabu (19/8/2026). Kegiatan ini menjadi forum untuk memantau perkembangan tindak lanjut rekomendasi hasil pengkajian kematian ibu dan bayi serta mendorong penerapannya dalam perbaikan pelayanan kesehatan.
Pelaksanaan pengkajian kematian maternal dan perinatal merupakan salah satu upaya penting dalam memahami faktor penyebab kematian serta menghasilkan rekomendasi perbaikan pelayanan. Dalam pelaksanaannya, hasil pengkajian AMP-SR perlu diterjemahkan secara tepat ke dalam rencana tindak lanjut dan perbaikan pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir di tingkat kabupaten/kota.
Pertemuan diawali dengan penyampaian gambaran cakupan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Provinsi Kepulauan Riau. Selanjutnya, pembahasan dilanjutkan melalui panel yang menghadirkan unsur POGI, IDAI, dan PKK Provinsi Kepulauan Riau. Masing-masing membahas peran dalam mendukung percepatan penurunan AKI dan AKB melalui implementasi rekomendasi hasil pengkajian kematian ibu dan bayi.
Kegiatan ini diikuti sebanyak 30 peserta yang berasal dari lintas sektor dan lintas institusi, antara lain Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, perangkat daerah terkait, rumah sakit, fasilitas pelayanan kesehatan, institusi pendidikan, organisasi profesi, serta asosiasi klinik. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi dalam menindaklanjuti rekomendasi AMP-SR dan mendukung perbaikan pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Pada akhir kegiatan, peserta menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bagian dari upaya memastikan hasil pembahasan dapat diterjemahkan ke dalam langkah-langkah perbaikan. Melalui monitoring progres implementasi respons AMP-SR secara berkelanjutan, diharapkan tindak lanjut hasil pengkajian dapat semakin terarah dan berkontribusi terhadap percepatan penurunan kematian ibu dan bayi di Provinsi Kepulauan Riau.


