• Vaksin COVID-19 Telah Dimulai Untuk Masyarakat Usia 18 Tahun Keatas
  • Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 di Aula Asrama Haji, Tanjungpinang

    Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 di Aula Asrama Haji, Tanjungpinang

  • Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat di Tingkat RT/RW dalam Pencegahan COVID-19

    Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat di Tingkat RT/RW dalam Pencegahan COVID-19

  • Pelayanan Kesehatan Bergerak di Tajur biru, Temiang Pesisir Kab. Lingga.

    Pelayanan Kesehatan Bergerak di Tajur biru, Temiang Pesisir Kab. Lingga.

  • Selamat dan Sukses atas pelantikan Bapak Ansar Ahmad dan Ibu Marlin Agustina sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Periode 2021-2024.
  • Pelayanan Kesehatan Bergerak di Kepulauan Anambas

    Pelayanan Kesehatan Bergerak di Kepulauan Anambas

  • Dialog Interaktif bersama kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau di RRI Tanjungpinang

    Dialog interaktif bersama kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau di RRI Tanjungpinang

  • Penyerahan Vaksin COVID-19 dan Logistik Pendukung Untuk Kab/Kota di Provinsi Kepulauan Riau

    Penyerahan Vaksin COVID-19 dan Logistik Pendukung Untuk Kab/Kota di Provinsi Kepulauan Riau

  • Tracing Kontak sebagai upaya mengendalikan laju penyebaran virus COVID-19 di RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang

    Tracing Kontak sebagai upaya mengendalikan laju penyebaran virus COVID-19 di RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang

  • Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 56 di Halaman Gedung Daerah, Kota Tanjungpinang

    Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 56 di Halaman Gedung Daerah, Kota Tanjungpinang

  • Peninjauan Kesiapan Pembangunan RSKI Galang

    Peninjauan Kesiapan Pembangunan RSKI Galang, Kota Batam

Keberadaan tenaga kesehatan merupakan bagian dari misi kemanusiaan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan

Setiap Detik Berharga, Selamatkan Bangsa Dari Tuberkolosis

 HARI TB SLIDER

Setiap tanggal 24 Maret diperingati sebagai Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) secara global. HTBS dijadikan kesempatan untuk mendorong penetapan TBC sebagai isu prioritas pembangunan kesehatan nasional serta harmonisasi kepentingan pemangku kebijakan lintas sektor dalam rangka mensinergikan upaya-upaya yang mendukung proses eliminasi TBC tahun 2030. Untuk itu, diperlukan peningkatan sinergi berbagai pihak, baik swasta, pemerintah, maupun asosiasi profesi, yang menjadi kunci demi mewujudkan Indonesia eliminasi Tuberkulosis 2030.

 

Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia di tengah-tengah pandemi Covid-19 tahun ini mengusung tema "Setiap Detik Berharga, Selamatkan Bangsa dari Tuberkulosis" menjadi sangat penting untuk mengingatkan kita bahwa penanggulangan TB tidak boleh surut sekalipun dalam situasi pandemi Covid-19.

Tuberkulosis (TB) merupakan satu dari 10 penyakit yang menyebabkan kematian. Indonesia masuk dalam delapan negara penyumbang dua per tiga kasus TB di seluruh dunia dan menempati posisi kedua setelah India. TBC biasanya menyerang paru-paru, tetapi juga tidak menutup kemungkinan dapat memengaruhi bagian anggota tubuh lainnya, seperti kelenjar getah bening, tulang, sendi, ginjal, otak, hingga organ reproduksi. Oleh karena itu, penting mengetahui gejalanya sejak dini. Orang yang terinfeksi TBC berisiko menularkan penyakitnya, tetapi risiko ini tergantung pada banyak faktor. Salah satunya adalah sistem kekebalan tubuh. Dalam hal ini, pencegahan TBC adalah kunci untuk menghentikan penularannya.Pencegahan TBC perlu didukung oleh berbagai kondisi, di antaranya adalah lingkungan rumah, tindakan saat batuk, ketuntasan pengobatan, dan tingkat pengetahuan. Faktor-faktor tersebut akan menjadi penentu kesuksesan seseorang saat melakukan upaya pencegahan TBC.

Mengetahui cara penularan TBC merupakan langkah awal mencegah penularan penyakit ini. Hal ini berlaku bagi mereka yang sehat dan terutama yang sakit. Bakteri penyebab TBC, Mycobacterium tuberculosis, menyebar ketika penderita TB mengeluarkan dahak atau cairan liur yang berisi kuman tersebut ke udara, misalnya saat batuk, bersin, berbicara, dan meludah sembarangan. Kuman yang keluar dari batuknya penderita tuberkulosis (TBC) dapat bertahan di udara lembap yang tidak terpapar sinar matahari selama berjam-jam, bahkan berminggu-minggu. Akibatnya, setiap orang yang berdekatan dan memiliki kontak dekat dengan pasien TB berpotensi menghirup udara yang terkontaminasi bakteri TBC. Itulah pentingnya bagi orang sehat mengetahui cara mencegah TBC. Namun jika Anda mengidap TB aktif, menjalani pengobatan menjadi cara mencegah penularan TBC yang juga perlu dilakukan. Pengobatan TBC bertujuan mengurangi jumlah bakteri secara perlahan sehingga semakin meminimalisir risiko penularan. Pengobatan yang dilakukan meliputi konsumsi obat TBC secara teratur selama 6-12 bulan. (AD)

 

Video Promosi Kesehatan

Link Situs

PEMERINTAH PROVINSI

KEPULAUAN RIAU

DINAS KESEHATAN

KOTA TANJUNGPINANG

DINAS KESEHATAN

KABUPATEN LINGGA

PORTAL BIDANG P2P

DINKES PROV. KEPRI

  • IMG-20171025-WA0039.jpg
  • IMG-20171026-WA0026.jpg
  • sPANDUK_mr_kEPRI.jpg
  • Vaksin_Masyarakat.jpeg
  • WhatsApp_Image_2020-11-11_at_20.03.23.jpeg
Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech