• Selamat dan Sukses atas pelantikan Bapak Ansar Ahmad dan Ibu Marlin Agustina sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Periode 2021-2024.

    Selamat dan Sukses atas pelantikan Bapak Ansar Ahmad dan Ibu Marlin Agustina sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Periode 2021-2024.

  • Pelayanan Kesehatan Bergerak di Kepulauan Anambas

    Pelayanan Kesehatan Bergerak di Kepulauan Anambas

  • Dialog Interaktif bersama kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau di RRI Tanjungpinang

    Dialog interaktif bersama kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau di RRI Tanjungpinang

  • Pencanangan Penyuntikan Vaksin COVID-19 Tingkat Provinsi Kepulauan Riau di RSUD Raja Ahmad Tabib

    Pencanangan Penyuntikan Vaksin COVID-19 Tingkat Provinsi Kepulauan Riau di RSUD Raja Ahmad Tabib

  • Penyerahan Vaksin COVID-19 dan Logistik Pendukung Untuk Kab/Kota di Provinsi Kepulauan Riau

    Penyerahan Vaksin COVID-19 dan Logistik Pendukung Untuk Kab/Kota di Provinsi Kepulauan Riau

  • Penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun Anggaran 2021

    Penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau Tahun Anggaran 2021

  • Gubernur Kepri, H. Isdianto menerima distribusi Vaksin COVID-19 dari Pemerintah Pusat

    Gubernur Kepri, H. Isdianto menerima distribusi Vaksin COVID-19 dari Pemerintah Pusat

  • Tracing Kontak sebagai upaya mengendalikan laju penyebaran virus COVID-19 di RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang

    Tracing Kontak sebagai upaya mengendalikan laju penyebaran virus COVID-19 di RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang

  • Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 56 di Halaman Gedung Daerah, Kota Tanjungpinang

    Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 56 di Halaman Gedung Daerah, Kota Tanjungpinang

  • Peninjauan Kesiapan Pembangunan RSKI Galang

    Peninjauan Kesiapan Pembangunan RSKI Galang, Kota Batam

Keberadaan tenaga kesehatan merupakan bagian dari misi kemanusiaan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan

Sebelum Terlambat, Jangan Takut Konsultasi Bila Menemukan Gejala Depresi

Depresi

Gambar : Sebelum Terlambat, Jangan Takut Konsultasi Bila Menemukan Gejala Depresi (Shutterstock)

Setiap orang tentu saja memiliki penyebabnya tersendiri mengapa ia merasakan stres Baik itu karena kondisi sosial, ekonomi, lingkungan sekitar, juga susunan genetika. Munculnya rasa stres biasa diawali dari rasa kewalahan saat dihadapkan berbagai tekanan hidup. Apabila rasa stres tidak ditangani dengan bijak, rasa stres tersebut dapat menggiring seseorang ke dalam kondisi depresi.

Depresi adalah salah satu gangguan kesehatan mental yang terjadi sedikitnya selama dua minggu atau lebih yang memengaruhi pola pikir, perasaan, suasana hati (mood) dan cara menghadapi aktivitas sehari-hari. Apalagi ditengah pandemi COVID-19 saat ini Hampir seluruh sektor terdampak, tak hanya kesehatan. Sektor ekonomi juga mengalami dampak serius akibat pandemi COVID-19 ini.  

Merasakan cemas, sedih, stres, bingung, takut dan marah merupakan perasaan yang normal saat menghadapi situasi pandemic ini. Karena perasaan adalah reaksi spontan dari dalam diri kita terhadap orang, tempat, situasi atau peristiwa yang kita alami. Perasaan merupakan respons pada tubuh untuk melakukan perlindungan dan memastikan keamanan. Selain itu perasaan juga memiliki hubungan dengan cara seseorang berpikir dan berperilaku.

Saat ini Depresi menjadi salah satu masalah kesehatan yang mengancam karena dapat menurunkan mempengaruhi kesehatan fisik seseorang serta dapat menyebabkan kematian akibat bunuh diri jika terlambat ditangani.Berdasarkan estimasi WHO tahun 2015, jumlah kasus depresi di Indonesia adalah sebesar 3,7% atau sekitar 9,2 juta penduduk.

Lalu apa sajakah ciri-ciri seseorang mengalami depresi? Depresi diawali dengan stress dan biasanya mengalami hal-hal di bawah ini

  • Merasa tertekan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mudah marah dan tersinggung
  • Merasa lelah, tidak bisa tidur
  • Sulit berkonsentrasi

Namun, depresi bukan tidak dapat dicegah. Ada beberapa upaya pencegahan depresi yang dapat diterapkan, diantaranya adalah dengan cara curhat, mengurangi akses ke media sosial, melakukan relaksasi, rutin berolahraga, atau mengunjungi rumah sakit jiwa untuk melakukan konsultasi dengan ahli kejiwaan agar mendapat penanganan medis yang tepat Sebaiknya depresi diatasi secara bertahap, dan berikut ini cara-cara mengatasi depresi tanpa perlu mengkonsumsi obat-obatan.

  • Olahraga secara teratur, tidak perlu olahraga berat. Pagi hari berjalan kaki mengelilingi kompleks sudah cukup membatu
  • Mengatur pola makan dan pola tidur
  • Berbagi cerita pada orang lain, yang sering kali membuat depresi adalah memendam masalah sendirian. Disarankan untuk berbagi cerita pada orang-orang yang Anda percaya untuk mengurangi depresi
  • Pergi liburan atau lakukan hal-hal yang Anda suka di saat waktu luang
  • Menulis jurnal. Mungkin Anda mengalami kesulitan untuk berbagi cerita pada orang lain, menulis jurnal adalah salah satu alternatif yang bisa Anda lakukan.
  • Kurangi membaca media sosial atau berita-berita yang membuat Anda tertekan. Bacalah sesuatu yang membuat hati bahagia
  • Berhenti membandingkan diri Anda dengan orang lain, tidak ada manusia yang sempurna

Sebelum terlambat,  sebaiknya depresi diatasi sejak awal sebelum berkembang menjadi depresi tinggi yang bisa menyebabkan kematian akibat bunuh diri. Pengobatan depresi memang bisa diatasi dengan konsultasi ke dokter lalu minum obat anti depresan, tapi dengan mengkonsumsi obat bisa membuat seseorang ketergantungan dan juga tidak mengatasi masalah yang ada, sehingga kemungkinan depresi muncul lagi sangat besar.

 

-AD

Video Promosi Kesehatan

Link Situs

PEMERINTAH PROVINSI

KEPULAUAN RIAU

DINAS KESEHATAN

KOTA TANJUNGPINANG

DINAS KESEHATAN

KABUPATEN LINGGA

PORTAL BIDANG P2P

DINKES PROV. KEPRI

  • IMG-20171025-WA0039.jpg
  • IMG-20171026-WA0026.jpg
  • sPANDUK_mr_kEPRI.jpg
  • WhatsApp_Image_2020-11-11_at_20.03.23.jpeg
Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech