• Pelayanan Kesehatan Bergerak di Tajur biru, Temiang Pesisir Kab. Lingga.

    Pelayanan Kesehatan Bergerak di Tajur biru, Temiang Pesisir Kab. Lingga.

  • Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat di Tingkat RT/RW dalam Pencegahan COVID-19

    Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat di Tingkat RT/RW dalam Pencegahan COVID-19

  • Selamat dan Sukses atas pelantikan Bapak Ansar Ahmad dan Ibu Marlin Agustina sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Periode 2021-2024.
  • Pelayanan Kesehatan Bergerak di Kepulauan Anambas

    Pelayanan Kesehatan Bergerak di Kepulauan Anambas

  • Dialog Interaktif bersama kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau di RRI Tanjungpinang

    Dialog interaktif bersama kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau di RRI Tanjungpinang

  • Penyerahan Vaksin COVID-19 dan Logistik Pendukung Untuk Kab/Kota di Provinsi Kepulauan Riau

    Penyerahan Vaksin COVID-19 dan Logistik Pendukung Untuk Kab/Kota di Provinsi Kepulauan Riau

  • Tracing Kontak sebagai upaya mengendalikan laju penyebaran virus COVID-19 di RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang

    Tracing Kontak sebagai upaya mengendalikan laju penyebaran virus COVID-19 di RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang

  • Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 56 di Halaman Gedung Daerah, Kota Tanjungpinang

    Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 56 di Halaman Gedung Daerah, Kota Tanjungpinang

  • Peninjauan Kesiapan Pembangunan RSKI Galang

    Peninjauan Kesiapan Pembangunan RSKI Galang, Kota Batam

Keberadaan tenaga kesehatan merupakan bagian dari misi kemanusiaan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan

Kepri Raih Peringkat Tiga Terendah Kasus Stunting se-Indonesia

pelacakan 1 ok

Stunting (Kerdil) adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Anak Stunting cenderung lebih Kerdil dibanding anak seusianya.  Jumlah anak stunting di Indonesia tertinggi di Asia Tenggara. Anak stunting yang terjadi di Indonesia juga dialami oleh keluarga yang tidak miskin/yang berada diatas 40% tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi, walaupun angkanya semakin memburuk pada kelompok masyarakat miskin.

pelacakan 2 ok

Gambar :  Pelacakan Balita Stunting di Desa Belakang Gunung, Bunguran Utara Kabupaten Natuna.

Stunting disebabkan oleh banyak faktor bukan hanya faktor kesehatan saja melainkan faktor multi sektor. Beberapa Penyebab stunting diantaranya adalah praktek pengasuhan yang tidak baik seperti kurangnya pengetahuan tentang kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan, bayi 0-6 bulan tidak mendapatkan ASI Eksklusif dan Balita tidak mendapatkan MP-ASI yang padat gizi. Selain itu penyebab lain stunting  adalah terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan ANC (Ante Natal Care), Post Natal dan pembelajaran dini yang berkualitas. Studi menyebutkan bahwa 2 dari 3 ibu hamil belum mengkonsumsi suplemen zat besi, menurunnya tingkat kehadiran anak di Posyandu. Kurangnya akses Ibu hamil dan Balita ke makanan bergizi seperti makanan bergizi mahal menyebabkan 1 dari 3 ibu hamil anemia. Kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi juga menjadi salah satu faktor penyebab stunting, data menunjukkan 1 dari 5 rumah tangga masih BAB  di ruang terbuka. 1 dari 3 rumah tangga belum memiliki akses ke air minum bersih dan cuci tangan dengan benar masih rendah.

Menurut hasil PSG tahun 2017, prevalensi balita stunting di Indonesia secara nasional mengalami kenaikan dari 27,5% ditahun 2016 naik menjadi 29,6 % tahun 2017. Pemantauan Status Gizi (PSG) merupakan kegiatan pemantauan perkembangan status gizi balita yang dilaksanakan setiap tahun secara berkesinambungan untuk memberikan gambaran tentang kondisi status gizi balita. PSG tahun 2017 telah dilaksanakan di 34 provinsi dan 514 Kab/Kota se-Indonesia.

grafik stunting 1

Gambar : Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) Tahun 2017, Angka stunting di Provinsi Kepri sebesar 20,9 %. Kepri berada di urutan ketiga terbaik dalam penurunan stunting setelah Bali dan  DIY Jogyakarta. Sedangkan angka Stunting nasional adalah 29,6%.

stunting 2017 3

 Gambar : Prevalensi Stunting di Kepulauan Riau Tahun 2017

Berdasarkan data PSG diatas angka Stunting tertinggi di Kabupaten Lingga sebesar 33,2%. dengan dasar inilah pada tahun 2018, Pusat menetapkan lokus penanggulangan stunting di Kepri terpilih pada Kabupaten Lingga dan Natuna. Penanggulangan Stunting di Provinsi Kepulauan Riau dilakukan melalui pendekatan komprehensif dengan melibatkan lintas program dan sektor terkait. Salah satu upaya yang telah dilakukan untuk memutus mata rantai stunting dimulai dari usia remaja yaitu pemberian Tablet Fe pada Remaja putri. Penanggulangan Stunting pada Ibu Hamil dengan memberikan makanan tambahan pada ibu hamil KEK (Kurang Energi Kronis), Memberikan tablet Fe pada ibu hamil, menanggulangi kecacingan pada ibu hamil, melindungi ibu hamil dari malaria, mendorong IMD dan ASI Eksklusif, mendorong pembiasaan mencuci tangan dengan benar, menyediakan obat cacing, memberikan imunisasi lengkap, dan melakukan perlindungan terhadap malaria. (SP/Kesga)

 

 

 

Video Promosi Kesehatan

Link Situs

PEMERINTAH PROVINSI

KEPULAUAN RIAU

DINAS KESEHATAN

KOTA TANJUNGPINANG

DINAS KESEHATAN

KABUPATEN LINGGA

PORTAL BIDANG P2P

DINKES PROV. KEPRI

  • IMG-20171025-WA0039.jpg
  • IMG-20171026-WA0026.jpg
  • sPANDUK_mr_kEPRI.jpg
  • WhatsApp_Image_2020-11-11_at_20.03.23.jpeg
Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech