• Vaksin COVID-19 Telah Dimulai Untuk Masyarakat Usia 18 Tahun Keatas
  • Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 di Aula Asrama Haji, Tanjungpinang

    Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 di Aula Asrama Haji, Tanjungpinang

  • Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat di Tingkat RT/RW dalam Pencegahan COVID-19

    Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat di Tingkat RT/RW dalam Pencegahan COVID-19

  • Pelayanan Kesehatan Bergerak di Tajur biru, Temiang Pesisir Kab. Lingga.

    Pelayanan Kesehatan Bergerak di Tajur biru, Temiang Pesisir Kab. Lingga.

  • Selamat dan Sukses atas pelantikan Bapak Ansar Ahmad dan Ibu Marlin Agustina sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Periode 2021-2024.
  • Pelayanan Kesehatan Bergerak di Kepulauan Anambas

    Pelayanan Kesehatan Bergerak di Kepulauan Anambas

  • Dialog Interaktif bersama kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau di RRI Tanjungpinang

    Dialog interaktif bersama kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau di RRI Tanjungpinang

  • Penyerahan Vaksin COVID-19 dan Logistik Pendukung Untuk Kab/Kota di Provinsi Kepulauan Riau

    Penyerahan Vaksin COVID-19 dan Logistik Pendukung Untuk Kab/Kota di Provinsi Kepulauan Riau

  • Tracing Kontak sebagai upaya mengendalikan laju penyebaran virus COVID-19 di RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang

    Tracing Kontak sebagai upaya mengendalikan laju penyebaran virus COVID-19 di RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang

  • Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 56 di Halaman Gedung Daerah, Kota Tanjungpinang

    Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 56 di Halaman Gedung Daerah, Kota Tanjungpinang

  • Peninjauan Kesiapan Pembangunan RSKI Galang

    Peninjauan Kesiapan Pembangunan RSKI Galang, Kota Batam

Keberadaan tenaga kesehatan merupakan bagian dari misi kemanusiaan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan

Obesitas dan bahayanya bagi kesehatan

IMG 20180720 WA00261

Obesitas sebagai suatu kondisi dimana terjadi penimbunan lemak yang berlebihan pada tubuh yang dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan (WHO, 2013). Tanda-tandanya bisa dilihat dari adanya timbunan  lemak berlebihan pada bagian atas dada, pundak, leher, lengan, bawah perut, pinggul, paha dan bagian tubuh lainnya.

Obesitas menjadi faktor risiko berbagai penyakit metabolik dan degeneratif seperti penyakit kardiovaskuler, diabetes mellitus, kanker, osteoarthritis dan lainnya. Prevalensinya di Indonesia saat ini cukup tinggi, data Riskesdas menyatakan bahwa dari 100 penduduk pada laki-laki usia diatas 18 tahun ditemukan 19 orang obesitas dan pada perempuan usia diatas 18 tahun ada 32 orang obesitas (Riskesdas, 2013). Bahkan Indonesia menempati urutan ke-10 di dunia sebagai negara dengan obesitas tertinggi (The Lancet, 2014). Dari hasil pengukuran Indeks Masa Tubuh (IMT) anggota sipil negara (ASN) dan honorer di 26 organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di pemerintahan Provinsi Kepri pada Mei 2018 lalu, dari 637 orang yang diukur IMT-nya ada 258 orang (40,5%) yang obesitas dan sebanyak 369 orang (57,9%) yang obesitas sentral, yang diukur menggunakan lingkar perut. Hal ini menunjukkan representasi pegawai Pemprov Kepri kondisinya berisiko tinggi terhadap penyakit tidak menular (PTM).

 

IMG 20180720 WA00251

Makan berlebihan, sering makan dan tidak teratur, sering ngemil, banyak makan gorengan atau yang berlemak dan yang manis, kurang makan sayur dan buah, belum lagi kurang gerak, kurang atau bahkan tidak ada latihan fisik, jikapun ada waktunya kurang dari 30 menit per hari menjadipenyebab obesitas yang sudah menjadi salah satu masalah kesehatan yang utama di Indonesia.

Obesitas berisiko 2 kali lipat mengakibatkan jantung koroner atau serangan jantung, stroke, diabetes melitus, dan tekanan darah tinggi. Selain itu berisiko tinggi terjadinya kanker, pada laki-laki berisiko tinggi menderita kanker usus besar dan kanker prostat sedangkan pada wanita berisiko tinggi menderita kanker payudara dan leher Rahim. Obesitas berisiko 3 kali lipat terkena batu empedu, berisiko meningkatkan lemak dalam darah dan asam urat, berisiko mengakibatkan sumbatan nafas saat sedang tidur, serta menurunnya tingkat kesuburan reproduksi. Secara tidak langsung penderita orang yang obesitas produktivitas kerjanya menurun akibat gerakannya menjadi lamban, mengurangi rasa percaya diri, penampilan menjadi kurang menarik bahkan bisa sampai menarik diri dari pergaulan.

Atur Pola Makan dan Pola Aktivitas

Obesitas dapat dicegah dengan pola hidup yang sehat. Mengkonsumsi makanan beraneka ragam terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayur dan buah, karbohidrat 3-8 porsi per hari tergantung pada kebutuhan, protein hewani dan nabati 2-3porsi per hari, sayur 3-5 porsi per hari dan buah 2-3- porsi per hari. Konsumsi lemak, minyak, gula dan alcohol harus dibatasi, biasakan pola makan teratur.

Aktivitas fisik berguna untuk membakar kalori, dan kegiatan yang dapat dilakukan seperti berkebun, menyapu, mengepel, berjalan kaki, bersepeda, berenang atau olahraga lainnya. Meningkatkan aktivitas fisik minimal 1 jam per hari, membatasi aktivitas seperti menonton TV, computer, game dan tidur yang berlebihan. Aktivitas fisik minimal 2-3 kali seminggu dengan waktu 20- 50 menit perkali latihan. (Dr/ptm)

Video Promosi Kesehatan

Link Situs

PEMERINTAH PROVINSI

KEPULAUAN RIAU

DINAS KESEHATAN

KOTA TANJUNGPINANG

DINAS KESEHATAN

KABUPATEN LINGGA

PORTAL BIDANG P2P

DINKES PROV. KEPRI

  • IMG-20171025-WA0039.jpg
  • IMG-20171026-WA0026.jpg
  • sPANDUK_mr_kEPRI.jpg
  • Vaksin_Masyarakat.jpeg
  • WhatsApp_Image_2020-11-11_at_20.03.23.jpeg
Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech