• Pelayanan Kesehatan Bergerak di Tajur biru, Temiang Pesisir Kab. Lingga.

    Pelayanan Kesehatan Bergerak di Tajur biru, Temiang Pesisir Kab. Lingga.

  • Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat di Tingkat RT/RW dalam Pencegahan COVID-19

    Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat di Tingkat RT/RW dalam Pencegahan COVID-19

  • Selamat dan Sukses atas pelantikan Bapak Ansar Ahmad dan Ibu Marlin Agustina sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Periode 2021-2024.
  • Pelayanan Kesehatan Bergerak di Kepulauan Anambas

    Pelayanan Kesehatan Bergerak di Kepulauan Anambas

  • Dialog Interaktif bersama kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau di RRI Tanjungpinang

    Dialog interaktif bersama kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau di RRI Tanjungpinang

  • Penyerahan Vaksin COVID-19 dan Logistik Pendukung Untuk Kab/Kota di Provinsi Kepulauan Riau

    Penyerahan Vaksin COVID-19 dan Logistik Pendukung Untuk Kab/Kota di Provinsi Kepulauan Riau

  • Tracing Kontak sebagai upaya mengendalikan laju penyebaran virus COVID-19 di RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang

    Tracing Kontak sebagai upaya mengendalikan laju penyebaran virus COVID-19 di RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang

  • Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 56 di Halaman Gedung Daerah, Kota Tanjungpinang

    Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 56 di Halaman Gedung Daerah, Kota Tanjungpinang

  • Peninjauan Kesiapan Pembangunan RSKI Galang

    Peninjauan Kesiapan Pembangunan RSKI Galang, Kota Batam

Keberadaan tenaga kesehatan merupakan bagian dari misi kemanusiaan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan

Pelacakan Kasus Gizi Buruk di Kota Batam

GIBUR BATAM

Pelacakan kasus gizi buruk yang dilakukan di Kota Batam tepatnya di wilayah Puskesmas Sei Lekop Kecamatan Sagulung Kota menemukan 1 kasus balita penderita Gizi Buruk (Gibur). Kasus ini pertama kali ditemukan oleh Tenaga Pengelola Gizi pada saat sweeping kasus. Berdasarkan laporan dari kader, bahwa Ibu Balita Gibur tersebut tidak pernah membawa Balita ke Posyandu, sehingga kasus ini sempat luput dari pemantauan Petugas Kesehatan dan Kader.

Balita gizi buruk yang terlacak berinisial VN berumur 9 bulan dengan berat badan 4 kg. VN merupakan bungsu dari 5 bersaudara. Ayah VN tidak bekerja, sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga. Hasil penelusuran, diketahui bahwa beberapa risiko tinggi terhadap masalah gizi di keluarga ini antara lain usia Ibu saat menikah masih sangat muda yaitu 14 tahun,  tidak mengikuti program Keluarga Berencana (KB) dan jarak kelahiran yang sangat dekat antar anak. VN dan keluarga tinggal di rumah kontrakan kecil, dengan kondisi lingkungan yang tidak sehat.

Pada saat pertama kali ditemukan, kondisi VN sudah sangat memprihatinkan, setelah dilakukan pengukuran antropometri VN masuk kedalam kategori gizi buruk dengan kondisi kulit yang bersisik. Permasalahan ini langsung segera ditindak lanjuti oleh petugas kesehatan dan langsung dirujuk ke RS untuk mendapatkan perawatan Tatalaksana Balita Gizi Buruk (TLGB) sesuai prosedur. Setelah dilakukan perawatan di RS selama 1 bulan, kondisi VN mulai membaik dan diperbolehkan pulang untuk rawat jalan.

Pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang VN tetap dilakukan secara rutin, setiap 2 minggu sekali petugas kesehatan dan kader berkunjung kerumah VN dengan membawa PMT (Pemberian Makanan Tambahan) Balita yang harus dikonsumsi selama 3 bulan. Pemantauan terakhir, kondisi berat badan VN telah mengalami kenaikan dari 4 Kg menjadi 9 kg. Penanggulangan kasus gizi buruk ini merupakan hasil kerja bersama Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Dinas Kesehatan Kota Batam, Puskesmas dan lintas sektor seperti Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepulauan Riau.

gibur

Gambar : Penyerahan Bantuan Pangan dan PMT bagi Keluarga Balita Gibur

Permasalahan kasus balita gizi buruk memerlukan perhatian serius, tidak hanya dari sektor kesehatan, namun harus dari multisektor. Seperti contoh penanganan kasus VN, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau menggandeng Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepulauan Riau untuk memberikan bantuan kepada keluarga VN berupa bantuan pangan dalam bentuk beras sebanyak 120 kg. Bantuan ini diharapkan dapat membantu keluarga VN, disamping pemberian PMT dan tentunya edukasi agar terjadi perubahan pola hidup sehat dan pola asuh guna mencegah terjadinya kembali kasus permasalahan gizi serupa. (SP/KG).

Video Promosi Kesehatan

Link Situs

PEMERINTAH PROVINSI

KEPULAUAN RIAU

DINAS KESEHATAN

KOTA TANJUNGPINANG

DINAS KESEHATAN

KABUPATEN LINGGA

PORTAL BIDANG P2P

DINKES PROV. KEPRI

  • IMG-20171025-WA0039.jpg
  • IMG-20171026-WA0026.jpg
  • sPANDUK_mr_kEPRI.jpg
  • WhatsApp_Image_2020-11-11_at_20.03.23.jpeg
Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech