• Pelayanan Kesehatan Bergerak di Tajur biru, Temiang Pesisir Kab. Lingga.

    Pelayanan Kesehatan Bergerak di Tajur biru, Temiang Pesisir Kab. Lingga.

  • Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat di Tingkat RT/RW dalam Pencegahan COVID-19

    Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat di Tingkat RT/RW dalam Pencegahan COVID-19

  • Selamat dan Sukses atas pelantikan Bapak Ansar Ahmad dan Ibu Marlin Agustina sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Periode 2021-2024.
  • Pelayanan Kesehatan Bergerak di Kepulauan Anambas

    Pelayanan Kesehatan Bergerak di Kepulauan Anambas

  • Dialog Interaktif bersama kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau di RRI Tanjungpinang

    Dialog interaktif bersama kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau di RRI Tanjungpinang

  • Penyerahan Vaksin COVID-19 dan Logistik Pendukung Untuk Kab/Kota di Provinsi Kepulauan Riau

    Penyerahan Vaksin COVID-19 dan Logistik Pendukung Untuk Kab/Kota di Provinsi Kepulauan Riau

  • Tracing Kontak sebagai upaya mengendalikan laju penyebaran virus COVID-19 di RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang

    Tracing Kontak sebagai upaya mengendalikan laju penyebaran virus COVID-19 di RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang

  • Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 56 di Halaman Gedung Daerah, Kota Tanjungpinang

    Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 56 di Halaman Gedung Daerah, Kota Tanjungpinang

  • Peninjauan Kesiapan Pembangunan RSKI Galang

    Peninjauan Kesiapan Pembangunan RSKI Galang, Kota Batam

Keberadaan tenaga kesehatan merupakan bagian dari misi kemanusiaan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan

Orientasi Bidan Dalam Pelayanan Antenatal

anc

       Pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015 – 2019 ditetapkan 3 indikator utama bidang kesehatan yang diharapkan dapat memberikan gambaran tentang status kesehatan masyarakat secara menyeluruh yaitu Angka Kesakitan, Angka Kematian (AKI, AKB, Kekurangan Gizi dan Stunting) serta Angka Kecacatan.Berdasarkan hasil Sensus Penduduk tahun 2010, Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi yaitu 346/100.000 kelahiran hidup, dan berdasarkan hasil SUPAS 2015 didapatkan Angka Kematian Ibu sebesar 305 / 100,000 KH.

 

       Data Sirkesnas tahun 2016 memperlihatkan masih adanya kesenjangan antara cakupan pelayanan antenatal   K1 96,5%,  tetapi K4 hanya 72,5%, sehingga perlindungan terhadap ibu selama masa kehamilan kurang optimal. Selain itu, hanya 2,7% ibu hamil yang menerima layanan ANC 10 T, dan 7,7% layanan Anc 7T, dengan Hal ini menunjukkan masih banyak ibu hamil  yang belum mendapatkan pelayanan antenatal yang berkualitas dan sesuai standar. 

       WHO memperkirakan terdapat 15 - 20% ibu hamil mengalami komplikasi selama masa kehamilan, persalinan, dan nifas, yang dapat berujung pada kematian maternal dan atau neonatal. Selain komplikasi selama kehamilan, persalinan dan nifas , ada beberapa masalah penyakit yang dapat mempengaruhi kehamilan dan persalinan yang dapat mengancam kehidupan ibu dan janinnya seperti Kurang Energi Kronis (KEK) , anemia gizi besi. Masalah anemia pada ibu hamil cukup besar, berdasarkan riskesdas 2013 prevalensi ibu hamil dengan anemia sebesar 37,1%, sedangkan prevalensi bumil dengan KEK sebesar 24,1 %. Permasalahan gizi ini dapat menyebabkan masalah pada ibu selama kehamilan serta dapat melahirkan bayi dengan masalah gizi seperti bayi dengan berat lahir rendah, atau stunting. Masalah lain yaitu penyakit menular seperti malaria, IMS, HIV dan AIDS, TB dan lain-lain, yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan janin.

       Data Sirkesnas menunjukkan bahwa tenaga kesehatan pemberi layanan antenatal terbanyak yaitu dilakukan oleh bidan sebanyak 82,4%,  13,4% oleh dokter SpOG, 0,5% dokter dan 0,5% perawat. Sehingga bidan memegang peranan penting untuk dapat memberikan pelayanan antenatal yang berkualitas untuk menurunkan komplikasi pada ibu hamil. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu orientasi pelayanan antenatal untuk bidan dalam rangka meningkatkan kapasitas serta kemampuan bidan dalam melaksanakan pelayanan antenatal berkualitas dan sesuai standar. Orientasi pelayanan antenatal sesuai standar akan dilaksanakan dengan mengundang 7 Kab/Kota Se-Provinsi Kepri yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas bidan dalam ANC di  Puskesmas Prioritas.

Penulis  : SP

Video Promosi Kesehatan

Link Situs

PEMERINTAH PROVINSI

KEPULAUAN RIAU

DINAS KESEHATAN

KOTA TANJUNGPINANG

DINAS KESEHATAN

KABUPATEN LINGGA

PORTAL BIDANG P2P

DINKES PROV. KEPRI

  • IMG-20171025-WA0039.jpg
  • IMG-20171026-WA0026.jpg
  • sPANDUK_mr_kEPRI.jpg
  • WhatsApp_Image_2020-11-11_at_20.03.23.jpeg
Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech